Sabtu, 11 Februari 2012

ARAB SAUDI TERUS BENAHI PELAYANAN BAGI TAMU ALLAH

Sederet tragedi pernah terjadi saat pelaksanaan ibadah haji, baik di perjalanan, di pemondokan, maupun saat melaksanakan rukun haji. Gangguan akibat kecelakaan kendaraan, peristiwa kriminal, maupun serangan keamanan pernah terjadi. Namun pemerintah Arab Saudi tidak berdiam diri. Merasa sebagai negara yang diberi amanah untuk menjamu para tamu Allah, maka pemerintahnya terus berusaha memperbaiki areal ibadah dan fasilitas yang ada termasuk sarana transportasi, layanan kesehatan, dan jaminan keamanan.

1. Lokasi untuk lempar jumrah di Mina sudah direnovasi dari 2 lantai menjadi 5 tingkat dengan 11 pintu masuk dan 12 pintu keluar pada lokasi berbeda, sehingga dalam 1 jam sanggup menampung 300.000 jemaah haji sekaligus yang melempar jumrah bersama-sama. Pemerintah Saudi telah berhasil mengatasi desak-desakan jamaah di jembatan jamarat, Mina, dalam ritual lempar jumroh selama 4 hari (10,11,12,13 Dzhulhijjah). Hal itu menjadi solusi tragedi yang beberapa kali terjadi di jembatan khusus pejalan kaki itu. Bahkan rencananya akan dibangun menjadi 9 tingkat.

2. Pembangunan dan perluasan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tak henti-hentinya dilakukan. Masjidil Haram di Makkah menjadi fokus utama perluasan. Pembangunan halaman utara seluas 456 ribu meter persegi yang sedang berlangsung, diharapkan bisa menampung tambahan 1,2 juta jamaah. Proyek baru ini bernilai 10,6 miliar dolar AS.

3. Mataf / areal tawaf di lantai dasar saat ini mampu menampung 70 ribu jamaah/jam. Pemerintah Saudi sedang merancang proyek perluasan mataf hingga 20 meter sampai ke serambi lama Masjidil Haram di semua tingkat dan pilar-pilar di lantai dasar akan dihilangkan. Proyek ini akan butuh waktu 3 tahun. Perluasan ini akan mampu menampung 130 ribu jamaah haji. Proyek juga memasukkan rencana evakuasi jamaah dari mataf dalam situasi darurat dan menambah tempat ibadah bagi 2.000 jamaah perempuan di antara mataf dan masaa (tempat sa'i, berjalan bolak-balik 7 kali antara bukit Safa dan Marwah).

4. Suatu rencana membangun 12 jalur trem yang menghubungkan wilayah Kudai, Rusaifa, dan Tan’im dengan Masjidil Haram di Makkah sebagai bagian dari upaya pemerintah Arab Saudi untuk memfasilitasi transportasi Jamaah haji dan mengurangi kemacetan lalu lintas tengah dirancang oleh pemerintah Saudi.

Foto:http://www.apnimarzi.com


5. Para jamaah akan menikmati skala penuh operasi Kereta Api Mashair yang menghubungkan tempat-tempat suci di Mina, Arafah dan Muzdalifah. Layanan kereta api telah mengalami peningkatan pesat dalam pengangkutan jamaah haji dengan membawa lebih dari 1 juta jamaah selama hari-hari haji puncak.

6. Pemerintah Arab Saudi juga sudah memperketat penggunaan mobil kecil selama musim haji berlangsung untuk mengurangi kemacetan.

7. Pemerintah Arab Saudi mengerahkan sebanyak 100.000 personel keamanan dan pertahanan sipil setiap musim haji untuk menjamin pelaksanaan ibadah dan menghindari peristiwa yang merenggut jiwa yang pernah menodai kegiatan ibadah pada masa lalu.

8. Pemerintah Arab Saudi juga mengupah 500 tenaga keamanan perempuan untuk membantu jamaah haji perempuan dan mencegah kriminalitas seperti pencopetan serta pencurian di musim haji. Personel itu selain melayani di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, juga di tempat suci lainnya seperti di Mina, Arafah dan Muzdalifa untuk membimbing jamaah perempuan, utamanya yang terlantar dan kesasar. Sejumlah personel akan diterjunkan di pintu masuk di Makkah untuk membantu petugas paspor mempercepat prosedur perjalanan dan keamanan dan memonitor situasi untuk mencegah pencurian dan pengemis.

9. Kualitas pemondokan haji juga ditingkatkan. Pemondokan haji Indonesia di Mekkah tahun 2011 jarak ke Masjidil Haram lebih dekat dibandingkan tahun sebelumnya. Total rumah yang disiapkan di Mekkah adalah 319 gedung dengan total kapasitas 202.016 orang. Pemondokan di Madinah seluruhnya juga hanya berjarak sekitar 500 meter dari Masjid Nabawi. Untuk transit jamaah haji yang pulang melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, disiapkan akomodasi berupa sebelas hotel berkapasitas total 140.000 orang.

10. Pemerintah Arab Saudi juga akan memperluas lokasi pemondokan haji. Surya mengatakan sebanyak 1.700 bangunan di sekitar masjidil haram akan dihancurkan untuk menambah jumlah pemondokan.

11. Menteri Kesehatan Kerajaan Arab Saudi juga meluncurkan program layanan kesehatan gawat darurat untuk jemaah haji. Bentuk layanan itu antara lain menyediakan 135 ambulans baik mini, besar, maupun udara dengan dukungan 350 dokter di Kota Suci Mekah. Layanan itu ada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

12. Di Makkah juga ada Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) yang setara dengan Rumah Sakit tipe C (kapasitas 150 bed) ditambah dengan pelayanan klinik di 11 Sektor. Di Madinah ada BPHI setara dengan Rumah Sakit tipe D (kapasitas 65 bed) ditambah dengan pelayanan klinik di 4 sektor. Di Jeddah pada masa kedatangan dan kepulangan telah disediakan klinik kesehatan di Terminal Haji Bandara King Abdul Aziz dan klinik kesehatan di hotel transit Madinatul Hujjaj. Pelayanan kesehatan bagi jamaah haji yang memerlukan perawatan lebih lanjut akan dilaksanakan bekerja sama dengan rumah sakit Pemerintah Arab Saudi.

13. Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengucurkan dana 119 juta riyal atau Rp297 miliar (kurs Rp2.500) untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah haji dari seluruh dunia.Jumlah uang tersebut dikucurkan untuk pembangunan sejumlah fasilitas kesehatan di Masyair dan Arafah.

[rg@2012]

===== ONH Plus, Umrah

Jumat, 10 Februari 2012

Memilih Jenis Ibadah Haji



Nabi Muhammad SAW memberikan kebebasan kepada pengikutnya untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakan.

Terkisah, pada saat beliau sedang menjalankan Ibadah Haji dalam tahun hajjatul wada bersama istri beliau, Aisyah RA dan para sahabat beliau, di antara mereka ada yang berihram untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedangkan orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah, maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.

Foto: islamicthems.blogspot.com

Berikut ini adalah jenis-jenis dan pengertian haji yang dimaksud. Semoga bermanfaat.

•Haji ifrad, yang berarti seseorang yang melaksanaan ibadah haji ifrad menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dia akan mendahulukan ibadah haji. Jadi ketika mengenakan pakaian ihram di tempat ia bermiqat, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.

Dalam pelaksanaannya waktu memakai ihram dari miqad dengan niat haji saja, kemudian tetap dalam keadaan ihram sampai selesai haji pada hari raya kurban. Setelah selesai melaksanakan ibadah haji baru dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah umrah.

Seseorang yang melaksanakan haji ifrad tidak diharuskan membayar dam. Dam adalah pengganti ibadah dalam bentuk binatang ternak yang disembelih atau digantikan dengan makanan ataupun puasa. Dam diwajibkan jika jemaah haji melakukan pelanggaran, semisal: melanggar pantangan dan larangan dalam Ihram, meninggalkan perkara-perkara yang wajib dalam ibadat haji atau umrah, mengerjakan Haji Tamattu' atau Haji Qiran menurut syarat-sayaratnya, berlaku Ihsar bagi orang yang berniat Ihram, melanggar Nazar semasa mengerjakan haji, tidak melakukan Wuquf di Arafah, dan meninggalkan Tawaf Wada'.

•Haji tamattu', jemaah yang memilih jenis ibadah haji ini berarti memutuskan untuk bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lalu selesai umrah bertahallul. Kemudian ia akan mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, di tahun yang sama.

Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah di dalam bulan-bulan serta di dalam tahun yang sama, tanpa harus pulang ke negeri asal terlebih dahulu. Dalam pelaksanaannya ia memakai ihram dari miqat dengan niat umrah pada musim haji, setelah tahallul, memakai ihram lagi dengan niat haji pada hari Tarawiah (8 Zulhijah). Bagi yang melaksanakan haji Tamattuk diwajibkan membayar dam.

•Haji qiran, mengandung arti bahwa seorang jemaah memilih untuk menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani atau miqat berdasarkan tempat lalu melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai.

Hanya saja haji jenis ini akan memakan waktu lama, sebab melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i. Dengan cara ini segala amalan umrah sudah tercakup dalam amalan haji. Pelaksanaannya yaitu berihram dari miqad dengan niat untuk haji dan umrah sekaligus dan melakukan seluruh amalan haji. Bagi yang melaksanakan haji qiran diwajibkan membayar dam.

•Haji arbain, adalah ibadah haji yang disertai dengan salat fardhu sebanyak 40 kali di Masjid An-Nabawi Madinah tanpa terputus. Ibadah ini seringkali dikerjakan oleh jamaah haji asal Indonesia. Dalam pelaksanaannya, mereka setidak-tidaknya tinggal di Madinah saat haji selama 8 atau 9 hari. Dalam sehari akan menjalankan salat wajib sebanyak 5 kali, sehingga dalam waktu 8 atau 9 hari akan tercukupi lah jumlah 40 kali salat wajib tanpa terputus itu.

Kenapa jemaah haji asal Indonesia memilih mengerjakan haji arbain? Karena sudah datang jauh-jauh dengan perjalanan panjang 10 jam di dalam pesawat, sayang jika hari-hari di Tanah Suci hanya diisi dengan belanja dan jalan-jalan. Apalagi Nabi Muhammad SAW pernah bersabda,” Orang yang shalat di masjidku (Masjid Nabawi) sebanyak 40 kali shalat tidak terlewat satu kali pun, maka telah ditetapkan baginya kebebasan dari neraka, keselamatan dari adzab dan kemunafikan.”

Nah, info ini membuat Anda bertambah wawasan? Bila niat Anda berhaji dan berumroh semakin mantap, silakan untuk tidak sungkan-sungkan mengontak Prima Saidah Travel. Kami menyediakan aneka paket umroh dan haji yang bisa disesuaikan dengan budjet dan waktu Anda. Kontak Farida Ningsih, 021-73888872,021-7372864, dan 0812-98-570855.

[rg@2012]


===== ONH Plus, Umrah

Kamis, 09 Februari 2012

Kebersihan Sebagian Dari Iman: Nyata di Tanah Suci

Perlengkapan Anda untuk berangkat ke tanah suci sudah lengkap? Nah, ada hal yang tak kalah pentingnya, yakni paham cara menjaga kebersihan dan kesehatan selama berhari-hari di tanah suci.

Ya, ingatkah Anda akan ungkapan islami yang berbunyi ”Kebersihan Sebagian Dari Iman” (Arab : an-nazhaafatu minal iimaan)? Ungkapan itu begitu pas saat Anda berada di tanah suci dengan kondisi lebih ekstrim daripada di rumah Anda.

Yuk kita bahas cara menjaga kebersihan dan kesehatan diri selama di tanah suci. Kita mulai dari yang ada di ujung jari yakni kuku.

  1. Berhati-hati dengan kuku. Selama menjalankan Ibadah Haji, jama’ah tidak diperkenankan memotong kuku. Padahal kuku adalah bagian tubuh yang sangat cepat pertumbuhannya. Kuku yang panjang akan mudah melukai dan menggores.  Misalnya saja jika tak sengaja menggaruk bagian tubuh yang gatal, tiba-tiba sudah lecet dan berdarah. Juga sebaiknya dirawat kebersihannya, sebab tangan selalu dipakai untuk makan, minum, dan merawat diri.
  2. Mengatasi Kutu Rambut. Selain larangan memotong kuku, jamaah haji juga diwajibkan untuk tidak memotong rambut dan membunuh kutu rambut. Untuk itu jagalah selalu kebersihan rambut Anda. Cuaca yang terik di siang hari akan memaksa keringat di kulit kepala mengucur lebih banyak. Untuk kaum pria, keputusan untuk memendekkan rambut atau bahkan menggunduli kepala adalah pilihan yang banyak dilakukan calon jamaah haji. Cara ini menjadikan kulit kepala dijauhkan dari kutu rambut.
  3. Tidak memaksakan diri untuk ibadah sunah jika kondisi fisik tak memungkinkan. Jika kondisi tubuh dan kesehatan tidak memungkinkan, sebaiknya mengurangi ibadah sunah dan ziarah. Memilih ibadah sunah harus sesuai kemampuan. Tidak memaksakan diri adalah tindakan yang bijaksana, sehingga tidak keteteran saat melaksanakan rukun haji.
  4. Tidak terlalu sering mandi. Cukup mandi sekali dalam sehari. Dianjurkan tidak menggunakan sabun yang mengandung soda. Sebab terlalu sering mandi justru akan membuat badan menjadi kering.
  5. Mengenakan masker akan membantu untuk menghindari debu dan bakteri masuk ke mulut dan hidung. Jika masker dilembabkan dengan air bisa membantu agar tidak mudah mimisan. Juga melindungi jama’ah agar tidak tertular penyakit yang penularannya bisa melalui udara.
  6. Mengenakan baju atau kain hangat kala malam hari. Terutama yang tebal dan berwarna gelap, untuk melindungi diri dari udara yang sangat dingin di malam hari.
  7. Menjaga kebersihan dan kelapangan ruang pemondokan. Sebaiknya hindari tinggal atau tidur berjubel di pemondokan. Usahakan sinar matahari dan pergantian udara bisa leluasa masuk di pemondokan. Sehingga kuman tidak berkembang biak. Barang-barang hendaknya diatur rapi sehingga tidak mengganggu ruang istirahat bagi jamaah haji. Sebaiknya juga tidak terlalu sering dan terlalu lama menerima tamu, misalnya sesama teman atau kerabat yang sama-sama pergi haji tapi beda kelompok  pemondokan. Sebab akan mengganggu kebebasan istirahat peserta haji sepemondokan.
  8.  Menggunakan payung dan kaca mata hitam. Sengatan matahari di siang hari merupakan musuh utama saat jamaah melakukan perjalanan di luar pemondokan. Akibatnya kepanasan, kulit terbakar atau rasa pusing di kepala. Untuk itu payung akan menjadi sahabat jika sedang berjalan di bawah terik matahari Timur Tengah. Kaca mata hitam akan membantu mata mengatasi silau matahari.
  9. Tidak terlalu banyak jalan-jalan. Sudah pasti rasa ingin tahu kadang mengalahkan akal sehat untuk tetap menjaga stamina tubuh. Misalnya penasaran dengan kondisi sekitar pemondokan, ingin berbelanja, ingin mengunjungi jamaah haji di pemondokan lain, ingin memuaskan mata melihat keagungan kota Jeddah atau Madinah, sehingga terdorong untuk jalan-jalan di waktu senggang yang seharusnya untuk istirahat. Sebaiknya hal itu dicegah.
  10.  Istirahat yang cukup. Andaikan ingin jalan-jalan, hendaknya tidak terlalu sering. Gunakan waktu istirahat untuk istirahat menghimpun tenaga, guna menjalani rangkaian Ibadah Haji atau ibadah sunah lainnya. Bukankah tujuan utama mengunjungi tanah suci adalah untuk menunaikan rukun Islam kelima? Bukan untuk jalan-jalan! Jika dijalani dengan sabar, tawakkal, ihlas, Insya Allah semuanya berjalan lancar. Selamat menunaikan Ibadah Haji!

Jika pilihan keberangkatan Anda adalah umroh plus wisata, kondisinya tentu berbeda. Prima Saidah Tour  sudah merancang run down acara dengan sebaik-baiknya. Artinya, kesempatan jalan-jalan sudah diatur proporsional dengan tujuan utama menjalankan ibadah sunnah berumroh dan beristirahat.

Selain itu, pengalaman bertahun-tahun dengan memberangkatkan ribuan umat muslim membuat pengalaman Travel Prima Saidah paham benar dalam hal menyiapkan makanan dan memilih penginapan.
Ingin tahu lebih jauh mengenai paket haji dan umroh serta tour muslim yang disediakan oleh Travel Prima Saidah ? Hubungi Farida Ningsih, 021-73888872, 021-7372864, 0812-98-570855

/rg@2012


===== ONH Plus, Umrah

Mengenang Musibah haji

Memang benar, Ibadah Haji adalah salah satu rukun Islam yang paling banyak mengandung risiko. Dalam ibadah ini, selain jemaah dituntut untuk merelakan pengorbanan waktu, fisik, mental, dan harta, jemaah juga harus dihadapkan pada banyak risiko kesehatan, keamanan, bahkan keselamatan di perjalanan maupun tempat tujuan.

Berikut ini adalah sedikit kisah tentang beberapa musibah yang pernah dialami jemaah haji baik dalam perjalanan, di pemondokan, maupun saat melaksanakan ibadah.

Tentu dengan cerita tragedi yang pernah terjadi, jemaah tidak akan surut kerinduannya untuk menjadi tamu Allah, melainkan akan semakin tawakal, mendekatkan diri pada Allah, waspada dan berhati-hati saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Jemaah haji tak perlu khawatir lagi karena pemerintah Arab Saudi telah melakukan banyak perluasan pada areal lokasi ibadah dan meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi para tamu Allah. Panitia haji Indonesia pun semakin memperbaiki kualitas layanan.

1. 4 Desember 1974. Pesawat Martinair Penerbangan 138 milik maskapai Belanda jenis Douglas DC8 yang disewa Garuda Indonesian Airways bagi jemaah haji asal Surabaya menabrak gunung Kanya Sapta di sebelah timur Kolombo di ketinggian 4.355 kaki tak lama sebelum mendarat Bandara Bandaranaike Kolombo, Sri Lanka. Menyebabakan 191 korban tewas, yang terdiri dari 182 jamaah haji Indonesia yang dalam perjalanan menuju Jeddah dan 9 awak pesawat.
2. Desember 1975: 200 jamaah tewas di dekat kota Makkah setelah sebuah pipa gas meledak dan membakar sepuluh tenda.
3. 15 November 1978. Pesawat Haji DC-8 Icelandic Loftleider dari maskapai Eslandia yang dicarter Garuda bagi jemaah kloter Kalimantan Selatan berpenumpang 249 orang dengan awak pesawat 13 orang dari Jeddah dengan tujuan Surabaya, jatuh di Kolombo, Sri Lanka. Sebanyak 175 jemaah haji dan 7 awak pesawat tewas dalam kecelakaan itu. Penerbangan itu merupakan penerbangan pertama fase kedua pemulangan jemaah haji ke tanah air.
4. 4 Desember 1979. Sebanyak 153 jamaah tewas dan 560 lainnya terluka setelah petugas keamanan Arab Saudi yang dibantu tentara Perancis membebaskan Masjidil Haram yang disandera kelompok militan selama dua minggu.
5. 31 Juli 1987. Sebanyak 402 jamaah tewas, 275 di antaranya dari Iran, setelah ribuan jamaah Iran yang melakukan demonstrasi mendapat perlawanan fisik dari keamanan Arab Saudi. Akibat dari insiden hubungan diplomatik dua negara putus, yang akhirnya tidak mengirimkan jamaahnya ke Makkah hingga tahun 1991.
6. 10 Juli 1989. Seorang jemaah haji tewas dan 16 terluka akibat penembakan di dalam Masjidil Haram oleh 16 orang Kuwait.
7. 15 Juli 1989. Sebanyak lima jemaah haji asal Pakistan tewas dan 34 lainnya terluka akibat insiden penembakan oleh sekelompok orang bersenjata di pemondokan mereka di Makkah.
8. 2 Juli 1990. Tragedi Terowongan Mina. Sebanyak 1.426 jemaah haji tewas, kebanyakan dari Asia, akibat terperangkap di dalam terowongan Mina. Mereka tewas akibat berdesakan, terdorong, terinjak dan kekurangan oksigen.
9. 24 Mei 1994. Tragedi Mina terjadi lagi meski dalam skala lebih kecil. Sebanyak 270 jemaah tewas akibat saling dorong dan injak di Mina.




10. 7 Mei 1995. Tiga orang jemaah tewas akibat kebakaran di Mina.
11. 15 April 1997. Sebanyak 343 jemaah tewas kehabisan oksigen dan 1.500 lainnya terluka karena terjebak dalam kebakaran tenda di Mina.
12. 9 April 1998. Sebanyak 118 jemaah tewas karena berdesak–desakkan saat pelaksanaan lontar jumrah.
13. 5 Maret 2001. Sebanyak 35 jemaah tewas serta puluhan lainnya luka – luka karena berdesak – desakan di Jammarat.
14. 11 Februari 2003. Sebanyak 14 jemaah tewas di Jumrotul Mina. Enam orang di antaranya adalah kaum wanita.
15. 1 Februari 2004. Sebanyak 251 jemaah tewas selama pelaksanaan lontar jumrah.
16. 23 Januari 2005. Sebanyak 29 jemaah tewas akibat banjir terburuk dalam 20 tahun terakhir di Madinah.
17. 5 Januari 2006. Sebanyak 76 jemaah tewas akibat runtuhnya sebuah penginapan al-Rayahin di jalan Gaza, sekitar 200 meter sebelah barat Masjidil Haram.
18. 12 Jan 2006. Sedikitnya 345 jamaah tewas di Jammarat selama pelaksanaan lontar jumrah. Mereka tewas karena saling berdesak–desakkan di pintu masuk sebelah utara lantai dua Jammarat.
19. 1 November 2011. Dua orang Inggris tewas dalam insiden bus yang membawa 30 jemaah asal Inggris terbakar di Expressway Haramain Jeddah. Bus terbakar karena mesin panas.
20. 22 November 2011. Kasus kemalingan telepon selular dan jam tangan yang terjadi di pemondokan Hotel Markaz Elyas kamar 641 Madinah menimpa tiga jamaah dari kloter 47 SOC (embarkasi Solo). Mereka mendapat ganti rugi dari pihak majmuah.
21. 22 November 2011 Seorang ibu berusia 56 tahun mengalami pelecehan seksual di dalam lift. Pelakunya orang Somalia karyawan hotel tempat ia menginap. Kala itu rombongan korban telah berangkat berziarah ke Kota Nabi. Karena ibu tersebut kurang enak badan, dia memutuskan tidak ikut dan tinggal sendiri di pemondokan.

[rg@2012]


===== ONH Plus, Umrah

Rabu, 08 Februari 2012

Mendampingi Orangtua Saat Menjalankan Ibadah Haji

Menjalankan ibadah haji adalah wajib hukumnya. Anda tentu sudah mengamini hal ini. Seringkali seseorang menjalankan ibadah haji satu rombongan dengan orangtua. Dalam kondisi seperti ini, Anda yang lebih muda (dan lebih kuat secara fisik) wajib menjadi pelindung dan penolong mereka. Insya Alloh ketulusan Anda akan berbuah amal.

Nah, untuk Anda yang terpanggil untuk mendampingi orangtua selama menjalankan ibadah haji, cobalah mengingatkan mereka untuk selalu waspada, dan juga berhati-hati dengan menerapkan beberapa saran berikut ini.

1.Meninggalkan pemondokan dengan aman. Ingatkan agar barang-barang berharga milik jamaah haji yang ditinggal di pemondokan sebaiknya disimpan dalan koper yang terkunci dan pintu pun tak lupa dikunci. Sebelum meninggalkan pemondokan pastikan kran air, AC, kompor dimatikan dan colokan listrik juga dicabut.

2.Tidak mudah percaya pada pengemis. Sebaiknya tidak mudah percaya pada pengemis yang mengaku kehilangan semua harta benda mereka dan perlu kembali ke Jeddah, Makkah, Madinah atau daerah lainnya. Lebih baik berikan sadaqah Anda melalui badan resmi seperti amil zakat karena mereka lebih mengetahui siapa yang membutuhkan.

3.Pergi ke mana-mana dengan makhram. Jangan biarkan jamaah haji perempuan perempuan (lebih lebih yang sudah lanjut usia) berbelanja atau berjalan sendiri tanpa pendamping pria yang merupakan makhramnya. Sebaiknya berbelanja dan berjalan bersama-sama.


4.Menghindari berjejal-jejal dan berdesak-desakan. Misalnya saat Thawaf di lantai bawah, pasti kondisinya akan berdesak-desakan, namun jemaah bisa melakukannya di lantai atas walau harus berjalan kaki dalam waktu sekitar 2 jam. Juga tidak memaksakan diri untuk mencium Hajar Aswad dengan cara berdesak-desakan pria dan wanita, apalagi harus membayar kepada seseorang.

5.Berhati-hati jika naik taksi. Jika hendak bertransportasi dengan menggunakan taksi atau transportasi lainnya baik di Mekah, Madinah, atau tempat lainnya, sebaiknya untuk pasangan suami istri agar waspada. Dahulukan suami untuk naik taksi terlebih dahulu. Jika hendak turun dari taksi, istri yang turun lebih dulu. Hal ini dilakukan untuk menghindari penculikan dan pemerkosaan yang dilakukan kepada wanita. Karena modus melarikan wanita dengan taksi kadang terjadi.

6.Jika jamaah haji hendak naik taksi, sewa unta atau jasa lainnya, harus sudah sepakat dengan harganya. Prosesnya, jamaah haji harus menawar lebih dulu, tidak langsung menerima dan langsung naik.

7.Berani Bilang “No picture!” Sebaiknya tidak menawar jasa pemotretatan dari atas unta secara sembarangan, karena si pelayan akan langsung mengambil gambar dan memaksa untuk membeli fotonya. Jadi jamaah haji harus berani bilang, “No Picture!” Daripada terlibat masalah dengan tukang potret dengan kendala bahasa.

8.Tidak memotret dalam Masjidil Haram. Sebab akan mengakibatkan jemaah harus merelakan tasnya untuk digeledah oleh petugas keamanan masjid. Tentu akan sangat merepotkan. Sebaiknya telepon seluler yang dibawa ke masjid tidak berkamera, termasuk Masjid Nabawi Medinah, sebab pemeriksaan tas cukup ketat. Jika telepon seluler berkamera biasanya di larang masuk. Sedang di Masjidil Haram-Mekah pemeriksaan sebenarnya tidak terlalu ketat karena terlalu banyaknya jemaah, tapi tetap dilarang memotret.

9.Bagi wanita yang sedang haid atau sakit sebaiknya tinggal di pemondokan ditemani mahram atau teman sesama wanita dan mengunci kamar demi keamanan.

10.Tidak membawa barang-barang berharga dalam perjalanan. Misalnya agar jamaah haji berhati-hati dengan uang dan barang-barang berharga yang dibawa selama berada di Masjidil Haram. Sebaiknya barang yang dibawa yang perlu saja, yang lain bisa ditinggal di pemondokan dengan kondisi pintu dikunci.

11.Menyimpan nomor telepon yang siap dikontak. Berikan nmor telepon Anda kepada orangtua yang Anda dampingi. Nomor-nomor telepon yang perlu untuk disimpan dalam daftar nama kontak telepon seluler atau dicatat pada kertas yang dimasukkan di dalam tas pinggang yang selalu dibawa kemana-mana antara lain sesama anggota keluarga yang turut naik haji, teman sekelompok, pemimpin kloter, dan dokter dalam kelompok.

12.Mempelajari cara menggunakan lift. Setiap menggunakan lift hendaknya berhati-hati dan perhatikan petunjuknya. Berhati-hati juga diperlukan saat naik atau turun dengan tangga berjalan (eskalator), sehingga pakaian tidak tersangkut dan membahayakan keselamatan.

13.Berbagi ilmu dan pengalaman. Bagi jemaah yang baru pertama kali melaksanakan Ibadah haji hendaknya tidk sungkan untuk bertanya pada peserta haji lain yang sudah pernah naik haji. Dan bagi yang sudah pernah menjalankan Ibadah Haji, hendaknya dengan ikhlas dan senang hati mensharingkan pengalamannya dan membimbing peserta haji yang baru pertama kali ke Tanah Suci.

14.Tak henti berdoa. Insya Allah, para jemaah akan selalu dilindungi, diberikan keselamatan dan kelancaran dalam melaksanakan Ibadah Haji, hingga tiba kembali ke tanah air dalam kondisi sehat wal’afiat. Selamat menunaikan Ibadah Haji!
Nah, semoga Anda dan orangtua yang Anda dampingi dapat menunaikan ibadah haji dengan tenang.

[rg.foto: antaranews.com]



===== ONH Plus, Umrah

Selasa, 07 Februari 2012

10 Tips Sehat Selama Menjalankan Ibadah Haji

Foto: plakatdruck-hamburg.info

Kali ini kami dari Travel Prima Saidah selaku penyelenggara perjalanan haji, umrah dan wisata muslim kembali berbagi tips agar Anda tetap sehat selama menjalani ibadah haji dan umroh.

Ibadah Haji merupakan ibadah dengan perjalanan panjang dan banyak kegiatan yang sangat melelahkan fisik. Selain itu juga berisiko pada kesehatan tubuh. Apalagi kondisi medan, iklim, dan cauaca ekstrim di Tanah Suci sangat jauh berbeda dengan keadaan alam di tanah air.

Pertemuan besar para jama’ah dari berbagai bangsa di dunia yang membuat kondisi Tanah Suci menjadi luar biasa padat, juga bisa menjadi faktor mudahnya penularan langsung atau tidak langsung berbagai penyakit menular. Apalagi jamaah haji juga harus membiasakan diri dengan makanan lokal yang belum tentu cocok di perut, sebab urusan konsumsi, sudah diatur oleh penyelenggara perjalanan haji. Untuk itu perlu adanya tindakan pencegahan yang direkomendasikan dan harus dilakukan para jamaah guna memperkecil resiko-resiko yang mungkin akan menghinggapi selama perjalanan ibadah di Sudi Arabia.

1.Hal yang utama untuk diperhatikan jamaah haji adalah kebersihan minuman dan makanan yang kita konsumsi. Tidak direkomendasikan jamaah haji untuk meminum air kran, sebab air kran berbahaya untuk dikonsumsi, karena berupa air mentah yang masih banyak mengandung mikroorganisme. Perjalanan panjang selama 10 jam antara Madinah dan Mekah dalam cuaca panas terik pastilah akan membuat para jamaah haji lelah dan kehausan. Padahal di sepanjang perjalanan tidak bisa dipastikan akan menemukan makanan, air minum bersih atau toilet.

2.Ada baiknya para jamaah haji membekali diri dengan air mineral botol atau jika ingin yang natural bisa dipilih air Zam zam. Air Zam zam aman diminum walau mentah karena mengandung flouride tinggi yang mampu membunuh kuman. Sehingga resiko dehidrasi selama dalam perjalanan tidak akan terjadi.

3.Para jamaah haji pun harus memeriksa dengan teliti kebersihan tempat makan yang akan dipilih. Misalnya di distrik Haram, sebaiknya jamaah haji menghindari untuk makan di restauran yang kelihatan kurang bersih. Mengintip kebersihan restoran sebelum memesan makanan dan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan adalah hal yang mutlak dilakukan.

4.Disarankan jamaah haji untuk selalu membawa sabun pribadi di dalam tas yang selalu dibawa kemana-mana. Lebih baik sedikit repot dan bijak daripada terserang sakit perut dan ibadah menjadi terhambat, bukan? Dengan memerhatikan kebersihan dan kesehatan makanan dan minuman yang dikonsumsi, Insya Allah kondisi fisik para jamaah haji selalu prima untuk mengikuti rangkaian Ibadah Haji di tanah suci.

foto: onislam.com

5.Tidak menyimpan jatah makanan. Jika jamaah haji mendapat jatah makanan yang masih hangat dan segar, hendaknya segera dikonsumsi, tak perlu disimpan, sebab dikhawatirkan akan menjadi basi dan akan menyebabkan sakit perut jika dikonsumsi kemudian. Saat menerima jatah makanan, hendaknya juga diperiksa apakah masih hangat atau sudah basi. Sebab pengolahan makanan dalam jumlah besar sehingga kadang diolah jauh sebelum jam makan tiba. Jika sudah dalam kondisi tidak baik, sebaiknya tidak dikonsumsi.

6.Memerhatikan penyakit yang telah diidap sedari di tanah air. Naik haji merupakan kegiatan yang berat, kendala fisik kadang-kadang berbahaya, teruta ma bagi orang tua. Seyogyanya sebelum keberangkatan, memeriksakan diri dan berkonsultasi pada dokter keluarga, sehingga dokter bisa memberikan saran bagaimana menjaga diri supaya kemungkinan komplikasi bisa dihindari.

7.Kepala kelompok juga harus diberitahu mengenai kondisi kesehatan anggotanya, sehingga selalu tanggap dan waspada. Sebagian besar kaum lanjut usia mengalami resiko pembengkakan pembuluh darah yang mengakibatkan gagal vena atau masalah jantung. Bagi yang memiliki tekanan darah tinggi juga harus berhati-hati. Terutama pada beberapa obat yang bisa meningkatkan tekanan jantung, seperti obat flu dan pelega tenggorokan.

8.Sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter dalam kelompok. Bagi yang mengidap diabetes, tidak berarti harus berhenti makan karena takut gula darah naik. Sebaiknya tetap makan makanan diet seperti salad buah dan makanan kecil rendah gula, serta tidak tidur di siang hari dan lebih memperhatikan penanganan luka-luka kecil akibat terinjak atau terdorong.

9.Memperhatikan kecukupan beristirahat. jamaah haji Butuh stamina yang baik untuk bisa mengikuti rangkaian Ibadah Haji. Untuk itu, cukup istirahat mutlak diperlukan. Jangan sampai gara-gara terlalu banyak jalan-jalan dan belanja, kondisi fisik menjadi drop dan menjadi tak cukup fit untuk mengikuti ibadah. Stamina jamaah haji harus benar-benar dijaga, agar bisa menjalankan ibadah di Padang Arafah saat puncak Ibadah Haji berlangsung.

10.Menyediakan krim. Bagi jamaah haji yang berkulit sensitif, ada baiknya menggunakan krim anti jamur. Krim anti nyamuk juga dianjurkan untuk melindungi diri dari gigitan serangga. Krim untuk menjaga kelembaban kulit dan melindungi kulit dari sengatan matahari juga dianjurkan.

Nah, Anda semakin mantap untuk berhaji/umroh tahun ini? Jangan sungkan menghubungi kami untuk berkonsultasi seputar perjalanan haji, umrah, dan wisata muslim.

[rg@2012]

===== ONH Plus, Umrah

Senin, 06 Februari 2012

Mewaspadai Keselamatan Diri Saat Beribadah Haji


Pergi beribadah haji ke Tanah Suci, bukanlah suatu perjalanan biasa. Selain harus menempuh perjalanan yang lama dan panjang, para jemaah haji juga dihadapkan pada kondisi alam, suhu udara, kondisi budaya, dan orang-orang asing yang memiliki kebiasaan berbeda dengan yang biasa dijumpai di negara asal.

Tentu saja perjalanan panjang ini tidak hanya melelahkan namun juga penuh risiko. Apalagi di tempat tujuan, para jemaah haji akan bertemu dengan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia dengan bahasa ibu, postur tubuh, kebiasaan, dan adat-istiadat yang tak sama. Tumpah ruah jadi satu di Tanah Suci untuk tujuan yang sama.

Kadang kondisi penuh orang bagai lautan manusia ini membuat para jemaah haji harus berdesakan, tak sengaja saling dorong, terjatuh, bahkan terinjak, yang mengancam keselamatan diri. Berikut ini ada beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan diri saat menunaikan Ibadah Haji. Semoga berguna.

1. Menghindari obat-obatan yang menyebabkan kantuk. Sebab saat jemaah haji melaksanakan rangkaian Ibadah Haji, jemaah membutuhkan pergerakan fisik berupa jalan kaki, sehingga jika mengantuk kemungkinan bisa terjatuh. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter keluarga maupun dokter pendamping kelompok selama di tanah Suci mengenai obat yang aman dan sesuai.

2. Menghindari makanan yang tak biasa. Jika tak terbiasa dengan hidangan khas Arab yang disediakan, biasanya terdiri dari berbagai jenis nasi (seperti, nasi Birjani, chapatis, nasi Turki, kentang goreng, mie, nasi Buhari, nasi kari dan roti. Lauk pauk seperti ayam goreng, nugget, empal daging, sate ayam, kari dan gulai kambing, shih kebab, ayam semur, ayam panggang / ayam brost, donner kebab, ikan goreng, dan cumi goreng), sebaiknya menghindari untuk memakannya.

Daripada perut menjadi sebah, begah, atau tidak enak. Sebaiknya makan saja menu yang biasa dimakan sehari-hari, seperti daging dan ikan yang benar-benar matang dan disajikan dalam keadaan hangat, sayuran yang dimasak, dan buah-buahan kupas. Jika mendapat jatah susu, sebaiknya direbus terlebih dahulu. Biasanya ada fasilitas kompor di pemondokan haji.

Di Mekah juga banyak dijumpai restoran masakan Indonesia. Katering panitia Haji bagi jemaah saat berada di Amira, Arafah, dan Madinah pun menyediakan menu masakan Indonesia. Bahkan pemerintah Indonesia mengekspor pindang ikan ke Saudi Arabia untuk konsumsi jemaah haji.

3. Memperhatikan waktu terbaik untuk suatu kegiatan. Di Madinah, sebaiknya dihindari mengunjungi Rawdha selama siang hari. Waktu terbaik untuk pergi adalah di malam hari dari 09:00 sampai tengah malam. Di Mekah, jika hendak meninggalkan pemondokan menuju ke masjid, sebaiknya beberapa jam sebelum waktu shalat sehingga menemukan tempat yang nyaman dan tidak perlu berdesak-desakan.

4.Fasilitas khusus bagi difable. Untuk memungkinkan orang-orang yang menderita cacat mendapat pengalaman spiritual yang luar biasa dalam Ibadah haji, ada cara untuk memfasilitasinya. Ada pengaturan bagi penyandang cacat di bandara Jeddah, bekerjasama dengan perusahaan taksi pribadi, mobilitas mereka bisa dikurangi, bisa berjalan dengan kursi roda, dan beberapa hotel mewah juga mempunyai fasilitas untuk menerima mereka.

Eskalator dan jalan setapak di Masjid Agung Mekah dipasang sedemikian rupa untuk memungkinkan orang-orang dengan roda bisa dengan mudah berpindah dari satu lantai ke lantai yang lain. Ada juga layanan pendukung lainnya yaitu bisa meminta kursi roda dan bantuan. Para difable yang berniat untuk mencapai haji hendaknya berkonsultasi mengenai perjalanannya dengan agen dan penyedia pelayanan di lokasi asal sebelum melakukan reservasi. Selain itu juga harus meminta agen perjalanan haji menuliskan secara rinci semua persiapan tertentu yang dipersiapkan baginya.

5.Fasilitas kesehatan. Jemaah perlu mengenali letak pos pelayanan kesehatan haji Indonesia dan juga mencatat nomor telepon yang bisa dihubungi. Sewaktu-waktu merasa membutuhkan pertolongan kesehatan, bisa langsung menuju lokasi yang tepat. Jika sakit, dianjurkan untuk berobat ke dokter kloter yang memiliki cukup perbekalan obat untuk jemaah.

6.Tidak mudah menerima barang yang dititipkan orang lain yang tidak dikenal dengan baik. Sebab tidak tahu apa isinya dan jangan sampai terbelit masalah karena barang titipan itu.

7. Memperhatikan barang bawaan. Jangan sampai tertukar atau tertinggal di bus atau di tempat pemondokan.

8.Menitipkan barang pada orang yang benar-benar dikenal. Apabila akan ke kamar mandi di bandara saat baru tiba, sebaiknya tidak membawa tas tentengan, tas koper, uang dan barang berharga. Sebaiknya dititipkan kepada teman yang dikenal dan dipercaya.

9.Mengenali lokasi pemondokan. Hendaknya memerhatikan lokasi pemondokan tempat tinggal, nomor Maktab, dan nomor rumah dengan cara mengingat tanda-tanda yang mudah dikenal sebelum berangkat ke masjid atau tempat-tempat lainnya.

Selamat menunaikan ibadah haji. Selamat hingga kembali di tanah air adalah doa seluruh keluarga yang menanti di rumah!

[@rg foto:http://ngm.nationalgeographic.com]

===== ONH Plus, Umrah