Kamis, 31 Maret 2011

Aceh Berangkatkan Jamaah 2011 5000 Orang

BANDA ACEH - Tahun 2011, penambahan kuota jamaah calon haji (calhaj) yang akan berangkat ke tanah suci mencapai 5.000 orang, sebagai upaya mengurangi daftar tunggu di daerah itu. Kuota yang diberikan untuk Aceh pada tahun 2011 masih belum mampu memperkecil antrian daftar tunggu jamaah calon haji Aceh yang kini mencapai 38.813 orang.

Kasubbag Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Juniazi, mengatakan masyarakat masih menunggu janji yang disampaikan Menteri Agama Suryadarma Ali terkait penambahan kuota haji musim tahun ini.

Hal itu disampaikan terkait keluarnya Keputusan Menteri Agama tentang penetapan kuota jamaah haji Aceh 2011 sebanyak 3.942 orang terdiri dari 3.888 orang dan 36 orang petugas daerah. "Artinya, seorang jamaah haji yang ingin menunaikan ibadah haji dari Aceh harus menunggu antrian selama sepuluh tahun untuk menunaikan rukun Islam ke lima tersebut," katanya, tadi malam.

Karena itu, pihaknya mengharapkan permintaan penambahan kuota haji yang disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, dapat diwujudkan pada tahun ini. Dikatakan, penambahan kuota tersebut juga akan terealisasi jika Pemerintah Arab Saudi menyetujui penambahan kuota haji Indonesia secara nasional.

Kuota haji secara nasional sebanyak 211.000 orang dengan rincian 194.000 jamaah haji reguler dan 17.000 jamaah untuk haji plus. Kendati demikian, pihaknya berharap kuota jamaah haji tersebut dapat ditambah menjadi 5.000 orang, sehingga jumlah antrian dapat diperpendek di masa mendatang.

Kuota Turun KBIH Kecewa

Penurunan Kuota Haji Jangan Terlalu Drastis

BANDUNG, (PRLM).- Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Assalaam meminta penurunan kuota haji Kota Bandung tidak secara drastis melainkan bertahap. Pengurangan kuota haji berdampak psikologis kepada jemaah calon haji (calhaj).

"Rencana pengurangan kuota haji kota Bandung sampai 570 orang merupakan pukulan telak bagi calhaj maupun KBIH," kata Ketua KBIH Assalaam, H. Sofyan Sulaeman, di ruang kerjanya, Kamis (31/3).

Pengurangan kuota haji, kata Sofyan, akan berdampak kepada psikologis calhaj yang merasa yakin akan berangkat haji tahun ini. "Pihak Kemenag kabupaten/kota memberikan pekiraan nomor kuota yang bisa berangkat haji tahun ini sehingga calhaj merasa yakin bisa berangkat. Dengan adanya pengurangan kuota haji membuat keberangkatan tertunda tahun depan," katanya.

KBIH Assalaam setuju pengurangan kuota haji Kota Bandung dilakukan bertahap misalnya tahun ini 25 persen dari 570 orang. "Sampai emoat atau lima tahun ke depan baru tercapai hitungan yang ideal kuota haji kabupaten/kota," katanya.

Rabu, 30 Maret 2011

Biaya Haji Indonesia Lebih Mahal Dari Malaysia

JAKARTA –– Calon jamaah haji (calhaj) Ma lay sia membayar ongkos haji yang lebih murah ketimbang calhaj In donesia. Hal ini di mungkinkan ka rena Lembaga Tabung Haji Malay sia (LTHM) memberi subsidi sepa ruh dari biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) yang mestinya mereka bayarkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Senior General Manager LTHM, Dato’ Syed Saleh Syed Abdul Rahman, seusai bertemu dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Slamet Riyanto, di Jakarta, Kamis (24/3). Saleh mengatakan, dari hasil keuntungan investasi yang tiap tahunnya mencapai 600 juta dolar AS, LTHM memberikan subsidi kepada calhaj Malaysia separuh dari ongkos haji yang wajib mereka bayar, yaitu 9.980 ringgit atau kurang lebih Rp 29.940.000. “Sebagian saja (subsidi dari hasil investasi LTHM), sebagian dibayar oleh jamaah,” katanya.

LTHM, menurut Saleh, sangat efektif dalam memberikan kemudahan bagi warga Muslim Malaysia yang hendak menunaikan ibadah haji. Sebab, LTHM merupakan badan investasi yang dibentuk oleh pemerintah. Dalam hal ini, kata Saleh, warga Malaysia yang berniat menunaikan ibadah haji, membuka rekening tabungan di LTHM. Tabungan tersebut lantas diinvestasikan di berbagai sektor usaha. Selama 49 tahun beroperasi, kata Saleh, LTHM berjalan dengan baik. Hal ini tak terlepas dari kontribusi dan perhatian pemerintah.

Aturan berbeda Cara Malaysia dalam mengelola dana haji memang kerap dipuji oleh sejumlah kalangan di Indonesia. Namun, menurut Slamet, jika ingin meniru Malaysia, hal utama yang harus dilakukan Indonesia adalah menyiapkan regulasi. “Sebab, dalam konteks sekarang, tidak bisa serta-merta tata pengelolaan haji di Tanah Air mencontoh LTHM,” ujarnya.

Menurut dia, terdapat perbedaan mendasar dari sisi regulasi antara Pemerintah Malaysia dan Indone sia. Dalam hal ini, regulasi yang berlaku di Malaysia memang memperbolehkan dan memberi wewenang penuh kepada LTHM untuk mengelola dana haji. Bahkan, Pe merintah Malaysia memberi jamin an dan garansi penuh apabila investasi yang dilakukan kolaps. “Dari aturan saja beda, tak bi sa disama kan.”

Karena itu, kata Slamet, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah mewujudkan regulasi tersebut. RUU tentang Pengelolaan Keuangan Haji yang sedang dikaji pemerintah, menurut dia, tidak menutup kemung kinan akan mengarah ke lembaga seperti di negeri jiran itu

Penambahan Kuota Haji Terus Diupayakan

Bengkulu (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia masih mengupayakan penambahan kuota haji dari 211 ribu orang pada 2010 menjadi 238 ribu orang pada tahun 2011.

"Kami masih mengupayakan penambahan sebanyak 27 ribu orang calon haji kepada pemerintah Arab Saudi, tapi belum ada keputusan," kata Menteri Agama Suryadharma Ali usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Bengkulu di Bengkulu, Sabtu.

Permintaan penambahan kuota haji tersebut, sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang berdasarkan sensus terbaru sebanyak 237 juta jiwa.

Jika permintaan tersebut dipenuhi, menurut dia maka akan dibagi sesuai pertambahan jumlah penduduk di setiap provinsi.

"Kalau disetujui, karena kami masih mengupayakan maka akan dibagi per provinsi, sesuai dengan jumlah penduduk," ucapnya, menambahkan.

Terkait biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) atau ongkos naik haji (ONH) pada tahun ini diperkirakan akan naik, sebab terjadi kenaikan sewa pemondokan.

Selain itu, harga minyak dunia yang tinggi juga diperkirakan akan berimbas pada naiknya harga tiket pesawat.

"Saya imbau agar seluruh calon haji mempersiapkan kemungkinan kenaikan ONH karena pertimbangan kenaikan harga minyak dunia tadi," ujarnya.

Sementara itu, kuota haji Provinsi Bengkulu pada 2011 masih sama dengan tahun sebelumnya sebanyak 1.614 orang.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Bengkulu Syaifullah mengatakan, kuota haji provinsi tidak mengalami penambahan sebab kuota secara nasional juga tidak bertambah.

Kuota haji per kabupaten dan kota yakni Kota Bengkulu sebanyak 305 orang, Bengkulu Utara 288 orang, Bengkulu Selatan 127 orang, Rejang Lebong 230 orang, Muko Muko 175 orang, Seluma 169 orang, Kaur 106 orang, Kepahiang 108 orang, Lebong 91 orang dan TPHD Provinsi 15 orang.

"Kalaupun ada penambahan dari pusat akan dibagi berdasarkan jumlah daftar tunggu per 7 Maret 2011 di kabupaten dan kota," paparnya.

Data dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu mencatatkan, daftar tunggu calon haji di Provinsi Bengkulu hingga 7 Maret 2011 mencapai 5.430 orang.(*)

Calhaj Kota Bandung Cemas Terkait Kuota

Sejumlah jemaah calon haji (calhaj) asal Kota Bandung cemas, menyusul rencana Kementrian Agama Jawa Barat yang akan mengurangi kuota calhaj hingga 580 kursi untuk musim haji 2011. Tahun sebelumnya, kuota Kota Bandung 2.915 orang.

Seperti yang disampaikan Gito, warga Sukajadi. Ia resah dengan adanya informasi yang menyebutkan tahun ini Kementerian Agama Jawa Barat meninjau kembali perhitungan dan penetapan kuota haji.

"Saya sudah mendaftar untuk pergi haji tahun 2009 lalu. Dan berdasarkan kuota yang lama, saya seharusnya masuk tahun ini, 2011. Artinya, saya bersama istri sudah menunggu hampir dua tahun lamanya," ujarnya kepada "GM", Minggu (27/3).

Jika ada perubahan dan bahkan pengurangan kuota haji di Kota Bandung, ia tentu saja khawatir tidak akan jadi diberangkatkan. Apalagi, sebelumnya bersama istrinya, ia sudah dipanggil Kemenag Kota Bandung untuk berkumpul bersama calhaj lainnya awal Maret lalu di Masjid Cipaganti.

Calhaj lainnya, Ny. Juasih, warga Ujungberung juga mengalami hal serupa. "Saya daftar tahun 2010 dan sesuai hitungan dapat jatah 2012. Jika jumlah kursinya dikurangi sebanyak itu, berarti akan dihitung mundur dan bagaimana dengan jatah di 2012 yang seharusnya menjadi hak saya dan suami?" tuturnya.

Keduanya meminta agar pengurangan jatah kuota dapat dilihat secara arif, bijaksana, dan adil. Jika memang menggunakan aturan yang baru, jangan diberlakukan secara tiba-tiba.

"Kami ini menunggu bukan hitungan hari, minggu atau bulan. Tapi sudah hitungan tahun. Tolonglah dipertimbangkan kembali," harapnya.

Belum final

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Bandung, H. Diding M. Hasan mengakui adanya rencana pemotongan jumlah kuota haji untuk Kota Bandung hingga 500 orang. Hal itu akibat perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan rasio 1 : 1.000.

"Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik), jumlah penduduk muslim Kota Bandung 2.321.000. Dengan demikian, berdasarkan pertemuan dengan Kemenag Jabar beberapa waktu lalu Kota Bandung harus berkurang 500 atau sekitar 2.345 kursi saja," ujarnya.

Aturan yang lama, katanya, menggunakan hitungan jumlah penduduk muslim + jumlah pendaftar di mana hasilnya dibagi dua. Namun pihaknya juga masih berupaya agar ada hitungan yang hasilnya lebih berkeadilan.

"Rencana itu juga masih belum final. Keputusannya tetap ada di tangan Gubernur Jawa Barat yang rencananya akan diputus pada akhir April ini," ujarnya.

Selain kuota Kota Bandung, kuota Kab. Bekasi juga akan berkurang hingga 1.000. Sedangkan Kab. Bandung malah bertambah 150 orang.

Kemungkinan Biaya Haji Bakal Naik

JAKARTA– Kementerian Agama memprediksikan ada dua potensi kenaikan dalam penyelenggaraan haji 2011, yakni harga tiket pesawat dan biaya pemondokan di Arab Saudi.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kenaikan dua item itu bisa berimbas pada biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Namun, saat ini Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa potensi kenaikan tersebut belum tentu berpengaruh. ”Belum tentu berpengaruh ya(ke BPIH).Jadi semuanya masih dihitung, belum ada kepastian apakah secara totalitas ada kenaikan atau tidak ada kenaikan,” ujar Menag kemarin.

Menteri dari PPP inimengatakan, saat ini biaya pemondokan sudah bergerak naik dibandingkan tahun lalu.Kenaikan dipicu jumlah jamaah haji yang mendapatkan tambahan anggaran dari indirect cost untuk menutupi biaya rumah juga semakin meningkat. Mengenai potensi kenaikan harga tiket pesawat, menurut Menag, hal itu karena harga avtur juga mengalami kenaikan.

Menag berharap, pemerintah masih memiliki waktu untuk melakukan penghitungan terhadap biaya penyelenggaraan ibadah haji. ”Mudah-mudahan pada waktu ditetapkan harga minyak turun sehingga tiket tidak naik,”ujarnya Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenag Zaenal Abidin Syufi menyatakan, biaya pemondokan yang akan dikenakan terhadap setiap jamaah belum diputuskan. Meski demikian, pihaknya berharap jamaah bisa memahaminya jika kemungkinan tersebut terjadi.

“Kalau semuanya mau di ring satu, logikanya biaya naik,” ungkap dia kemarin. Zaenal menambahkan, mengacu tahun lalu,biaya pemondokan bagi jamaah haji sebesar 2.850 real dengan disubsidi dari biaya optimalisasi hingga 300 real. “Sepertinya tidak jauh-jauh dari itu, jadi bisa saling subsidi,”ucapnya. Mengenai target menambah pemondokan di ring satu sejauh 2,5 kilometer dari Mekkah, Zaenal optimistis dapat direalisasikan.

”Ini sudah kontrak, sudah,”ujarnya Anggota Komisi VIII DPR Arwani Thomafi mengapresiasi upaya pemerintah menaikkan persentase pemondokan hingga menjadi 80% di ring satu,namun upaya tersebut jangan sampai mengurangi kualitas pelayanan. ”Kita berharap tidak ada kenaikan BPIH, tapi kita tidak menutup faktafakta di lapangan terkait bahan bakar dan nilai tukar rupiah,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) Artha Hanif mengatakan, kenaikan dua poin ter-sebut dapat memengaruhi kenaikan pada BPIH karena keduanya merupakan hal yang sangat mendasar dalam penyelenggaraan haji.”Secara logika dapat kita terima, faktanya pemondokan terbatas terutama di ringsatu,”katanya.Menurutdia, kenaikan harga minyak bisa diterima melihat ketersediaan minyak dunia saat ini terbatas

Kuota Haji Cimahi Belum Jelas

-
Kendati muncul wacana pengurangan kuota haji di Jawa Barat, Kantor Kementerian Agama Kota Cimahi belum memastikan kuota haji Kota Cimahi pada 2011. Karena, sampai saat ini masih menunggu keputusan dari Gubernur Jabar apakah kuota haji Cimahi mengalami pengurangan, penambahan atau sama dengan 2010 sebanyak 572 orang. Demikian disampaikan Kasi Urusan Agama Islam dan Ibadah Haji Kantor Kementerian Agama Kota Cimahi, H. Wawan Kustiawan kepada wartawan di Masjid Agung Cimahi, Jln. Djulaiha Karmita, Senin (28/3).

"Sejauh ini kami belum mengumumkan jumlah kuota haji Cimahi karena masih menunggu keputusan gubernur. Namun, sejauh ini berdasarkan rapat koordinasi terakhir ada 3 rumus penentuan kuota haji Jabar. Berdasarkan rumus yang digunakan itu, pada 2011 terjadi pengurangan jumlah kuota haji kurang lebih 43 orang," katanya.

Jika mengalami pengurangan sebanyak 43 orang maka kuota haji Cimahi tahun ini sebanyak 529. "Meskipun berpeluang ada pengurangan, tetapi kami masih menunggu keputusan terakhir tentang kuota haji di Jabar, karena semuanya belum final. Bisa saja kuota haji untuk Cimahi malah bertambah atau tetap seperti tahun lalu," kata Wawan.

Wawan menyebutkan, saat ini jumlah calon jemaah haji Kota Cimahi di atas 2.000 orang. Sehingga, daftar antrean keberangkatan calon haji asal Kota Cimahi sudah menembus tahun 2015.

"Untuk tahun 2015 sudah terisi sekitar 100 calon jemaah haji. Antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah haji cukup besar, terbukti setiap hari ada yang mendaftar pergi haji," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pendaftar haji, Onah Suryanah (55), warga Kalidam, Kel. Karangmekar, mengaku akan sabar menunggu 4 tahun lagi untuk berangkat ke Tanah Suci. Karena jika mendaftar 2011, otomatis Onah akan menunaikan rukun Islam kelima itu pada 2015.

"Sekarang usia saya 55 tahun, mau jalan 56 tahun. Kalau rencananya pergi pada 2015, maka usia saya 60 tahun. Saya hanya bisa bersabar dan berdoa agar tetap diberi kesehatan dan kelancaran pada saatnya pergi haji," katanya.

Selain kesiapan fisik, Onah berharap dengan penundaan selama 4 tahun itu, akan mendapatkan kematangan secara finansial. Bahkan mengenai wacana bakal adanya pengurangan kuota haji Cimahi, Onah tidak terlalu memusingkannya. "Kalau saya, semuanya diserahkan kepada Allah karena semuanya sudah diatur," kata istri H. Holil Sholihat ini.